Why Dedicated E-Learning Tools is Impractical?

Currently I am doing a research about distant education, collaborative learning, social network and other forms of distributed learning for my thesis. After some time, I found out that some dedicated e-learning tools are impractical!

Some tools are still focusing on the system, how to get things done systematically. Well some of them have implemented a good course management system so that the course is well-organized and well-structured. But then again, it’s still impractical to the user, I mean, end user. Students.

After I have learned some learning methods and theories, I came up with a conclusion that learning is one of communication form. I don’t think that people can learn something alone efficiently. People can still learn themselves, but in the end they should still discuss about what they’ve learned with their friends or others. The purpose is clear, they want to verify and validate what they’ve learned, and on the other hand they can find something interesting they want to explore more, deepen the learning process and resulting a better understanding.

Communication is one kind of human interaction, and human has this unique behavior that will affect communication he/she makes. And I haven’t seen any (self-acclaimed) dedicated e-learning tools that support the behavior and also the kind of interaction in it.

I did a research to find out what is the best e-learning tools, and the result is interesting. Based on some researches, twitter and other social network sites are on top of the list, while self-acclaimed tools sits on the lower place. This implies that social interaction among people, or students, is important in order to have a good learning process. It actually reflects the real world, that we usually find our discussion partner that suit us. Well, we can’t discuss all things to all people. We make some kind of categorization, which topic to be discussed to which person. And this also happens on the online world.

So I come up with a solution, put some more social interaction in e-learning tools. Or, utilize existing social networks to be your learning tool.

Jakarta Bebas Macet

Tinggal dan besar di Jakarta membuat saya cukup tahu perkembangan kota ini. Sebagai pusat bisnis dan pemerintahan, membuat kota ini menarik banyak orang untuk datang dan mengadu nasib di sini. Roda ekonomi berputar semakin cepat, uang mengalir dengan deras, namun secara timpang perkembangan kota terjadi di sana sini.

Gedung perkantoran, apartemen dan pusat perbelanjaan yang membludak dari tahun ke tahun membuat pusat kota Jakarta semakin sesak. Di sisi lain perumahan juga semakin banyak di pinggi kota, membuat akses keluar masuk kota juga menjadi semakin sesak. Hal ini dikarenakan tidak diimbangi oleh pengembangan infrastruktur, terutama adalah transportasi massal. Tidak dapat diandalkan dan tidak nyaman adalah beberapa alasan mengapa warga Jakarta tidak mau menggunakan transportasi massal. Di sisi lain, kondisi transportasi massal telah menggeser gaya hidup kalangan menengah (yang proporsinya lumayan besar di kota Jakarta) untuk lebih memiliki kendaraan sendiri. Terutama setelah cicilan motor menjadi sangat mudah dan ringan, pekerja, mahasiswa dan pelajar di Jakarta lebih memilih membeli motor ketimbang menggunakan transportasi massal untuk mendukung kegiatan sehari-harinya.

Bagi para warga Jakarta dan sekitarnya, lalu lintas Jakarta adalah momok bagi semua orang. Dan dari kondisi yang buruk ini, pemerintah sudah memiliki beberapa rencana untuk mengembangkan tranportasi massal. Namun menurut saya rencana ini banyak yang kandas di tengah jalan, atau belum optimal berjalan. Proyek triple decker, subway, waterway dan monorail adalah beberapa proyek infrastruktur tranportasi yang gagal. Belum lagi proyek MRT yang sudah lama direncanakan tapi masih belum ada progress yang positif. Dari semua rencana, baru bus rapid transit yang sudah berjalan, atau kita menyebutnya dengan busway, atau transjakarta. Namun transjakarta sendiri belum optimal karena jumlah armada yang lebih sedikit dibandingkan dengan jumlah penumpang, lalu para pengendara yang menerobos jalur busway membuat busway tidak 100% bebas macet, efeknya adalah tidak ada pengaturan jadwal keberangkatan dan kedatangan bus dengan baik. Ada kalanya bus tidak datang selama 10 menit lebih saat jam pulang kantor, tapi di sisi lain satu halte dapat kedatangan 4 bus sekaligus, membuat kegiatan operasional yang kurang efektif.

Lalu saya terpikir, mengapa berpikir untuk membuat suatu moda baru namun mahalnya minta ampun, ketimbang memperbaiki dulu yang sudah ada: BIS KOTA dan mikrolet.

Menurut saya dari sisi trayek dan jumlah armada, bis kota memiliki armada yang cukup banyak dalam satu trayek, terutama bis tanggung seperti metro mini dan kopaja. Selain itu mikrolet juga menjamur menyusuri jalan perumahan dan jalanan penyambung, yang dapat menjadikannya pengumpan dari bis kota yang lebih besar. Dari sisi trayek juga bis kota dan mikrolet sudah cukup mencakup daerah jakarta yang cukup luas.

Menurut saya ada beberapa hal mendasar yang patut diperbaiki untuk dapat meningkatkan kualitas layanan bis kota, antara lain peremajaan armada, penggantian sistem setoran ke sistem gaji, peningkatan sumber daya manusia dan penyeragaman dan penerapan standar kualitas. Di sisi lain dibutuhkan pembangunan infrastruktur pendukung antara lain halte, dan sistem pembayaran.

Usaha-usaha yang saya usulkan di atas memang tidak mudah untuk dilaksanakan, terlebih karena banyaknya pihak yang memiliki kepentingan masing-masing. Justru di sinilah regulator harus menertibkan operator dengan tegas dan disiplin. Penerapan standar seperti armada, sistem gaji dan sumber daya manusia yang harus dipenuhi operator, perbaikan dan integrasi sistem pembayaran (dapat mempertahankan tarif flat atau tarif sesuai jarak) sehingga dapat mempermudah cara pembayaran menggunakan RFID/pay wave card.

Kedisiplinan menjadi kunci dari perubahan. Jika peraturan dan standar diikuti dengan disiplin, maka kualitas layanan bis kota menjadi lebih baik, sehingga bis kota dapat menawarkan transportasi yang aman dan nyaman, serta dapat diandalkan. Saya percaya bahwa para pengendara motor dan mobil akan berpindah ke bis kota jika bis kota dapat menawarkan ketiga hal di atas: aman, nyaman, dan dapat diandalkan.

Sekali lagi, usaha ini memang tidak mudah, tapi bukan berarti tidak mungkin. Siapa sih yang tidak ingin kota Jakarta bisa bebas macet?

RSS Reader Favorit Berdasarkan Platform

Berlangganan RSS adalah salah satu cara saya untuk tetap mengetahui berita dan informasi terbaru dari berbagai macam situs dan blog yang ada. Pada awalnya RSS Reader hanya sebatas daftar artikel atau blog post yang terurut berdasarkan waktu publikasinya. Cara berlangganannya pun kebanyakan manual, kita cari terlebih dahulu atom.xml atau url rss nya, lalu kita masukkan ke dalam aplikasi RSS reader kita. Namun sekarang dengan sumber informasi yang sama, berita tadi ditampilkan dengan lebih apik dan menarik, sehingga memiliki user experience yang berbeda pula dibandingkan membaca rentetan daftar artikel saja.

Platofrm atau sistem operasi yang ada sekarang pun ada bermacam-macam, mulai dari sistem operasi komputer pribadi, hingga smartphone. Oleh karena itu saya memiliki beberapa aplikasi RSS reader favorit berdasarkan platform yang saya gunakan, yaitu:

Windows – Google Reader

Sejauh ini saya belum menemukan aplikasi RSS reader yang nyaman dan mudah digunakan untuk Windows. Jadi jika saya menggunakan windows, saya lebih memilih membaca melalui Google Reader langsung melalui web browser, dibandingkan dengan menggunakan aplikasi lain. Sebenarnya bisa kita menggunakan Reeder extension for Google Chrome, jadi membuat halaman google reader menjadi mirip dengan UI Reeder. Namun masih banyak kekurangan yang membuat saya kurang nyaman dalam membaca, saya lebih suka UI Google Reader asli (setelah redesain besar-besaran, sebelum redesain, saya tidak suka UI Google Reader), daripada Reeder extension for Chrome, yang sebenarnya adalah aplikasi non ofisial dari Reeder, tidak ada hubungannya antara Reeder app di Mac dengan Reeder extension untuk Chrome.

Google Reader dapat diakses melaui url reader.google.com

Mac OS X – Mixtab

Berbeda dengan RSS reader konvensional, Mixtab menawarkan user experience yang berbeda. Artikel diletakkan dalam suatu grid 4×2 yang melebar dan memiliki thumbnail sesuai gambar yang ada pada artikel tersebut. Selain itu Mixtab menyediakan kategori bacaan yang sudah disiapkan sumber-sumbernya, jadi merupakan kompilasi dari beberapa sumber website (contohnya untuk tech news, Mixtab mengambil dari TechCrunch, AllThingsD, BGR, TNW, VentureBeat, dan beberapa techblog lainnya). Hal ini akan memudahkan pengguna dalam berlangganan karena tidak perlu repot memasukkan satu persatu url rss. Selain itu setiap pengguna dapat membuat kompilasi bacaannya masing-masing, dan dapat di-share kepada pengguna lain. Misalkan saya membuat kategori AutoNews, yang merupakan kompilasi dari Jalopnik, TopGear, Autocar, dan HIN, lalu saya bisa share kepada pengguna lain, sehingga pengguna lain dapat memilih kompilasi bacaan yang saya buat. Untuk fitur share, tersedia fitur share ke twitter dan email.

Mixtab gratis, dan dapat diunduh dari Mac App Store, dan situs mereka adalah mixtab.com

Mac OS X – Reeder

Reeder pada dasarnya adalah RSS reader dengan pendekatan yang konvensional: menampilkan daftar RSS langganan kita berdasarkan kategori yang dapat kita tentukan sendiri. Namun yang membedakan dari Reeder adalah navigasi yang mudah dan integrasi dengan Google Reader. Reeder dapat synchronize secara seamless dengan Google Reader. Jika kita berlangganan RSS melalui Google Reader, maka nanti saat kita menjalankan Reeder, Reeder akan update daftar bacaan dan synchronize dengan Google Reader, dan begitu pula sebaliknya. Artikel yang sudah dibaca di Google Reader, akan berstatus sudah terbaca pula jika diakses dari Reeder. Untuk fitur share, terdapat banyak pilihan, dan dapat diintegrasikan dengan ReadItLater.

Reeder dapat diunduh melalui Mac App Store dengan harga $ 9.99

Android – Pulse

Lain ladang lain belalang, mungkin adalah pepatah yang tepat. Pendekatan aplikasi di komputer pribadi dengan smartphone pasti berbeda karena jenis interaksi yang beda, dan perbedaan fisik dan penggunaan lainnya. Untuk Android, saya memilih pulse, karena kita dapat mengorganisir feed yang mau kita masukkan ke dalam aplikasi, lalu bisa membuat beberapa kategori yang akan ditampilkan dalam bentuk tab. Setelah itu navigasinya cukup mudah. Dari satu artikel ke artikel lain tinggal swipe ke samping. Bentuk halaman utamanya seperti yang dapat kita lihat pada gambar di atas, terdapat thumbnail dan tiap baris mewakili tiap situs yang kita subscribe. Terdapat beberapa predefined feeds sesuai dengan kategori, dan terakhir integrasi dengan fitur sharenya juga mudah, terutama share ke twitter. Selain itu kita dapat membuat channel yang berasal dari account social network kita.

Pulse dapat diunduh dari Android Market secara gratis.

iOS (iPhone dan iPad) – Flipboard

Tidak ada yang lebih istimewa daripada Flipboard. User experience yang ditawarkan sangat menarik, di samping usability yang baik. Hanya butuh sedikit waktu untuk mengerti menggunakan aplikasi ini. Terdapat predefined feeds yang dapat kita pilih, dan selain itu kita dapat memasukkan beberapa account social network kita seperti twitter. Fitur share ke social network juga mudah. Pada dasarnya Flipboard memiliki user experience yang baik, sehingga pengguna (termasuk saya) betah dalam menggunakan aplikasi ini. Menurut saya pendekatan user experience yang serupa diterapkan pada Mixtab. Beberapa orang menyebut Mixtab sebagai Flipboard for Mac, karena memang dua aplikasi ini pada dasarnya mirip.

Flipboard dapat diunduh melalui AppStore secara gratis.

Untuk BlackBerry, saya tidak menggunakan BlackBerry untuk membaca RSS feed, biasanya hanya menggunakan twitter untuk menjadi “sumber berita” saya, lalu dibuka di browser.

Bagaimana dengan Anda, apakah Anda juga menggunakan aplikasi-aplikasi yang saya sebutkan di atas?

Mac

Tetap Up-to-date Dengan TVShows

Serial TV Amerika sudah menjadi salah satu hiburan kita semua. Setiap minggu kita menunggu setiap episode baru dari serial TV yang kita ikuti, sebut saja How I Met Your Mother, The Big Bang Theory, Glee, Modern Familiy, Game of Thrones atau Walking Dead. Serial-serial ini tentunya memiliki genre dan ciri khasnya masing-masing. Atau selain serial TV Amerika, ada juga beberapa serial TV dari Inggris yang digandrungi antara lain Sherlock, IT Crowds, Doctor Who atau Top Gear.

Tentunya semakin banyak serial yang kita ikuti, semakin sulit untuk mengetahui kapan saja serial itu tayang dan siap untuk diunduh, apalagi kalau masuk masa hiatus atau ada acara lain yang membuat serial kesayangan kita tidak tayang pada waktu yang seharusnya. Oleh karena itu untuk mengatasi masalah ini dan membuat kita tetap up-to-date dengan update serial TV yang kita ikuti, kita bisa menggunakan beberapa cara, antara lain mengikuti forum, atau mencari sendiri jadwal tayang. Namun sifatnya kita harus aktif mencari. Lalu bagaimana dengan yang sifatnya pasif, jadi kalau ada serial yang kita suka sudah tayang dan siap diunduh, akan muncul notifikasi di komputer kita, tinggal klik tombol download, lalu episode tersebut akan langsung terunduh ke komputer kita tanpa harus mencari ke forum atau torrent.

Untuk cara pasif ini, kita bisa menggunakan suatu aplikasi bernama TVShows. Aplikasi ini akan menjadi reminder dari serial yang kita masukkan ke dalam kategori subscription. Misalkan jika kita lihat pada gambar di bawah ini, saya berlangganan beberapa serial TV. Aplikasi ini akan mengecek dalam jangka waktu tertentu apakah ada update episode, dan jika ada, maka aplikasi ini akan menampilkan notifikasi dan pilihan untuk mengunduh episode dari torrent.

Misalkan saya memilih serial Sherlock, lalu kita bisa melihat daftar episode yang sudah tayang dan jadwal tayang selanjutnya. Aplikasi ini cukup simpel dan terutama gratis, namun cukup berguna untuk menjadi reminder kita agar tidak ketinggalan episode demi episode serial TV kesayangan kita.

Aplikasi gratis ini bisa langsung kita unduh dari situsnya tvshowsapp.com, aplikasi ini sayangnya hanya tersedia untuk Mac OS X, dan aplikasi ini akan tampil di dalam system preferences kita.

Sekarang kita tidak perlu lagi mengingat-ingat kapan serial kesayangan kita tayang, tinggal aktifkan aplikasi ini, dan biarkan komputer bekerja untuk kita.

Menampilkan Dua Waktu Dengan Zona yang Berbeda di BlackBerry

Setelah tips sebelumnya tentang bagaimana menambahkan icon launcher browser, kali ini saya ingin membahas tentang bagaimana cara menampilkan dua waktu dengan zona yang berbeda di BlackBerry kita. Bagi orang yang sering bepergian atau sering melakukan kontak dengan orang lain di belahan dunia yang berbeda, tentu perlu tahu di tempat tersebut sedang jam berapa tanpa harus pusing menghitung sendiri.

Di AppWorld sendiri ada beberapa aplikasi untuk memungkinkan fungsi ini, namun, sebenarnya tanpa menggunakan aplikasi tambahan apapun, kita bisa menampilkan dua waktu dengan zona yang berbeda. Caranya mudah, kita buka aplikasi Clock.

Seperti yang bisa kita lihat, waktu saat ini ditampilkan di layar. Tekan menu > options. Lalu pilih Home Time Zone

Dan setelah itu di-save dan voila.. Tampilan clock kita pun berubah.

Mudah bukan? :)

Sarapan di Tablelicious

Setelah melihat beberapa baliho tablelicious, saya pun datang untuk mencoba tempat yang sepertinya baru buka ini. Sesampainya di tempat, ternyata ini tempat makan yang terhubung dengan hotel di sebelahnya, Vio Hotel. Dari hasil observasi ternyata tablelicious ini merangkap sebagai tempat makan/restoran hotel. Jadi yang datang ke tempat ini pun bercampur antara orang luar dan tamu hotel.

Sekilas, kesan pertama dari suasana tempat makan ini mirip dengan nanny’s pavillon yang ada di Jl. Riau. Dinding dengan aksen batu bata berwarna putih, tiang atap dan furnitur yang dipakai sekilas memiliki gaya yang mirip dengan nanny’s, pikir saya, berarti makanan yang ditawarkan sepertinya sama: pancake/waffle dan italian.

Saya membuka menu, dan ternyata benar. Terdapat menu crepes, pasta, pizza, pancake dan waffle. Tak lupa dilengkapi dengan beberapa menu sarapan (contohnya egg benedict, yang ternyata tidak tersedia saat tadi saya mau pesan). Selain itu karena masih pagi, jadi menu yang tersedia pun menu sarapan, yang sebenarnya bukan suatu masalah yang berarti.

Akhirnya dipesan satu lazy breakfast dan satu vanilla pancake triolicious, dan untuk minumnya ice chocolate almond. Waktu pembuatan sedikit lebih lama dibandingkan dengan perkiraan, namun tidak terlalu mengganggu karena tempatnya nyaman (walaupun kursi yang saya tempati agak panas karena memang cuaca yang sedang terik).

Rasa makanan menurut saya cukup enak, namun tidak spesial atau stand out. Waffle yang dipesan pun cukup enak, walaupun es krimnya kurang menggigit. Overall pelayanan dan rasa makanan menurut saya cukup, namun belum masuk ke kategori spesial.

Membuat Launcher Website di BlackBerry 7

Tadi pagi saya mencoba untuk membuka suatu website menggunakan BlackBerry browser saya. Setelah melihat-lihat saya baru menemukan satu cara untuk membuat launcher di dalam menu BlackBerry, kalau sebelumnya ada beberapa situs yang memberikan file aplikasinya yang berupa launcher yang akan menjalankan browser dengan url tertentu. Kali ini dengan menggunakan BlackBerry 7 (dalam contoh kali ini saya menggunakan Bold 9900), kita dapat membuat sendiri launchernya dari browser.

Caranya sangat mudah, misalkan kita sedang berada pada satu halaman dengan url tertentu.

Kita klik icon globe yang berada di samping url address, dan pilih “Add to Home Screen”

Setelah itu akan keluar satu dialog untuk menentukan nama launcher yang diinginkan, serta beberapa properti lainnya

Selesai, setelah kita klik add, maka icon launcher akan muncul di Home Screen kita.

Mudah bukan?

Desain Antarmuka Youtube Baru

Hari ini saya mendapatkan informasi bahwa youtube sedang mendesain ulang antarmukanya. Normalnya antarmuka ini belum tersedia untuk umum, namun dengan beberapa jurus rahasia pengunjung youtube dapat mengaktifkan desain antarmuka yang baru.

Jika dilihat dari screenshot di atas, perubahan terjadi tidak hanya pada desain UI-nya saja, namun juga terlihat pada konsep home screen yang baru. Jika pada home screen yang lama kita bisa melihat video yang populer, pada desain yang baru kita dapat melihat adanya integrasi youtube dengan Google+. Di bagian tengah kita dapat melihat format timeline dari video yang di-share oleh teman kita pada Google+. Selain Google+, kita dapat menghubungkan layanan youtube kita dengan facebook, ada trending dan popular, yang memperlihatkan video yang sedang trending dan populer. Kesemuanya dapat dilihat pada bagian kiri halaman. Selain itu di bagian kanan adalah featured video.

Perubahan yang mendasar ada pada home screen dari youtube, namun jika kita lihat halaman saat menonton video, tidak ada perubahan yang berarti selain desain antarmuka dengan warna background yang berubah dari sebelumnya putih, menjadi abu-abu. Selain itu icon full screen berubah serta icon yang lainnya.

Bagaimana pendapat Anda tentang desain antarmuka Youtube yang baru? Mirip dengan Google+ kah? Atau malah mirip dengan Twitter?

Mencoba WordPress for Android

Setelah saya mencoba mengunduh WordPress for BlackBerry di BlackBerry saya, kali ini saya mencoba mengunduh aplikasi WordPress for Android dari market.

Secara umum fitur aplikasi yang ditawarkan untuk BlackBerry dan Android sama. Namun yang membedakan ada sedikit penyesuaian user interface sesuai degan ukuran layar, navigasi touch screen yang membuat tombol dan list menjadi lebih bersahabat dengan jempol (walaupun BlackBerry yang saya gunakan touch screen, namun layout desainnya masih mengikuti aplikasi non touchscreen, list buttonnya kecil), dan juga aplikasi di Android ini megikuti layout yang umum diimplementasikan.

Sudah coba aplikasi WordPress for Android?

PS: Bagaimana cara screen capture di Android tanpa harus root device?

BBM 6.1 Beta Kini Dilengkapi Animated Avatar, Emoticon Baru, dan Hal Menarik Lainnya

Untuk para pengguna BlackBerry Messenger (BBM) yang menginginkan emoticon baru, avatar yang bisa bergerak dan hal menarik lainnya, kini BBM 6.1 sudah tersedia dalam versi Beta. Pada versi terbaru ini terdapat beberapa updates, antara lain:

  • Emoticon baru (seperti yang bisa dilihat di gambar di atas)
  • Dukungan atas avatar (display picture) yang bergerak menggunakan animated GIF 
  • Warna chat bubble yang bisa ditentukan sendiri. Sebelumnya kita tidak bisa mengatur warna chat bubble untuk profile kita, sekarang di BBM 6.1 kita dapat mengubahnya sesuai dengan keinginan.
  • Integrasi kamera dengan display picture BBM. Dengan fitur ini kita dapat mengubah display picture kita langsung saat selesai mengambil foto dengan kamera
  • Kapasistas personal message yang ditambahkan dari sebelumnya 80 karakter menjadi 160 karakter

Saya sendiri sedang mencoba mengunduh aplikasi ini via BlackBerry Beta Zone. Hasil review cukup baik, namun update ini hanya akan terlihat pada sesama pengguna BBM 6.1.

Penasaran dan ingin segera mengunduh versi betanya? Atau ingin menunggu versi finalnya? Untuk yang ingin mengunduh versi beta pastikan anda memiliki account beta zone dan pass codenya karena nanti akan ditanyakan setelah install aplikasi)