Pada hari ini BlackBerry World dan BlackBerry 10 Jam Conference dimulai! Kedua acara ini diadakan secara paralel di dua tempat yang berdekatan, yaitu Marriott Orlando Conferece Center untuk BlackBerry World dan Hilton Bonnet Creek untuk BlackBerry 10 Jam.
Pada kesempatan kali ini saya diundang untuk mengikuti event BlackBerry 10 Jam, yang memang lebih ditujukan kepada developer, dimana BlackBerry World lebih ditujukan kepada bisnis dan enterprise audience. Kedua acara ini dibuka dengan keynote session oleh President/CEO RIM, Thorsten Heins. Pada keynote-nya, Thorsten mempresentasikan visi BlackBerry ke depannya, dan tentunya sedikit preview tentang BlackBerry 10, OS selanjutnya untuk BlackBerry smartphone.
Thorsten menekankan bahwa BlackBerry dirancang untuk para BlackBerry people, yang berdasarkan studi mereka, bersifat hyper connected dan produktif. Data dari suatu badan survei, 63% pengguna smartphone secara global terhubung dengan social network, dimana 87% dari pengguna BlackBerry terhubung dengan social network. Orang-orang menggunakan BlackBerry untuk kebutuhan sosial, seperti chatting dan social network, serta untuk membantu produktivitas bekerja. Produktif dan responsif adalah obyektif dari RIM terhadap BlackBerry. Thorsten pun menekankan bahwa BlackBerry ke depannya akan lebih bersifat agile dan nimble.
Setelah itu Thorsten juga memberikan update tentang BlackBerry 10. Tidak tanggung-tanggung, pada keynote session ini Thorsten mengenalkan BlackBerry Dev Alpha, prototype device BlackBerry 10 yang khusus dibagikan kepada para developer yang mengikuti BlackBerry 10 Jam Conference (tidak dijual, dan juga masih prototipe) untuk membantu para developer menyiapkan diri untuk mengembangkan aplikasi yang nantinya akan berjalan di BlackBerry 10. Selain itu, RIM mendemokan penggunaan BlackBerry 10, preview dari UI dan bagaimana flow dari aplikasi di BlackBerry 10 nantinya.
Dari demo yang diberikan, BlackBerry 10 terlihat sangat mulus berjalan, navigasi jelas dan simpel. Menurut saya di BlackBerry 10, RIM mencoba kembali kepada akarnya, yaitu produktivitas. Mereka claim bahwa pengguna BlackBerry 10 dapat menghemat waktu lebih untuk produktivitas kerja yang lebih tinggi. Hal ini dapat dicapai dengan navigasi dan cara penggunaan yang mudah.
Selain UI yang benar-benar baru, hal lain yang menurut saya menarik adalah keyboard dan kamera. Keyboard pada BlackBerry 10 akan menggunakan gesture dalam menentukan prediksi kata. Pada saat demo terlihat bahwa pengetikan menggunkaan dua tangan dan satu tangan dapat dilakukan dengan mudah dan cepat. Sedangkan pada kamera, saat kita mengambil foto, pengguna dapat mengedit foto on-the-fly, real time. Pada video demo (bukan demo langsung), diperlihatkan satu kondisi saat kita sedang mengambil foto dua teman kita, namun salah satunya ternyata matanya tertutup saat difoto, secara real time kita dapat retake bagian foto yang ingin kita ganti, real time, on the fly.
Beberapa preview dan demo ini semakin membuat saya tidak sabar untuk mencoba device dan BlackBerry 10 khususnya, besok hari saat pembagian device kepada developer
Setelah keynote session, dan juga makan siang, sesi pun dilanjutkan dengan BlackBerry 10 Jam Super Session oleh Alec Saunders, Vice President Developer Relations RIM. Di sesi ini Alec memaparkan beberapa inovasi dan program yang menggiurkan kepada para developer aplikasi BlackBerry. Seperti biasanya, Alec memulai presentasi dengan mythbusting, yang saya rasa dia sangat baik membawakannya. Alec menyatakan bahwa RIM tetap akan, dan semakin berkomitmen untuk membantu para developer di seluruh bagian dunia. Dalam hal ini, akan ada BlackBerry certified developer, yang merupakan pengakuan standar developer BlackBerry. Selain itu seperti yang dituliskan di atas, setiap developer yang mengikuti acara akan mendapatkan Dev Alpha.
Program lainnya yang menurut saya cukup menarik, adalah penggunaan standar kualitas aplikasi yang masuk ke App World. Untuk para developer yang mengembangkan aplikasinya untuk BlackBerry 10 dan sesuai standar kualitas RIM, akan mendapatkan garansi $10,000 revenue dalam tahun pertama. Ya, garansi revenue.
Selain itu, untuk para early adopter developer yang dapat menyelesaikan aplikasi untuk BlackBerry 10 dan memiliki Dev Alpha, lapor ke Alec, lalu tukarkan Dev Alpha dengan device (mungkin) final, dan reward lainnya. Tidak hanya itu, RIM juga akan menjalankan program BlackBerry Jam Rewards, dimana setiap developer nantinya akan mendapatkan poin dari apa yang sudah mereka lakukan (misalnya submit aplikasi ke App World), dimana poin ini nantinya dapat ditukarkan dengan beberapa reward seperti free pass ke DevCon, atau mungkin ke BlackBerry Jam Conference selanjutnya. Selain sistem reward, sertifikasi, dan garansi revenue, RIM juga akan melakukan BlackBerry Jam World Tour ke 29 kota di seluruh dunia, termasuk Jakarta. Jadi untuk para developer yang tidak sempat datang ke BlackBerry 10 Jam kali ini, jangan berkecil hati, karena tengah tahun ini, Alec akan menghampiri kita ke Jakarta.