<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Prasetyo Andy Wicaksono</title>
	<atom:link href="http://blog.prasetyoandyw.net/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://blog.prasetyoandyw.net</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Wed, 02 May 2012 14:35:38 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.2</generator>
		<item>
		<title>BlackBerry 10 Dev Alpha</title>
		<link>http://blog.prasetyoandyw.net/mobile/blackberry/blackberry-10-dev-alpha/</link>
		<comments>http://blog.prasetyoandyw.net/mobile/blackberry/blackberry-10-dev-alpha/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 02 May 2012 11:57:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>paw</dc:creator>
				<category><![CDATA[BlackBerry]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.prasetyoandyw.net/?p=1145</guid>
		<description><![CDATA[Hari kedua dimulai dengan BlackBerry 10 Dev Alpha device pick up. More update here soon! update: setelah dicoba, blackberry 10 dev alpha di sisi OS memang belum seperti versi OS yang didemokan kemarin di keynote session, namun sudah cukup untuk para developer yang ingin mencoba develop aplikasi dengan native, webworks, dan Android tools. Sebenarnya OS <a href="http://blog.prasetyoandyw.net/mobile/blackberry/blackberry-10-dev-alpha/"> read more <span class="meta-nav">&#187;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Hari kedua dimulai dengan BlackBerry 10 Dev Alpha device pick up. More update here soon!</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://blog.prasetyoandyw.net/wp-content/uploads/2012/05/IMG-20120502-00281.jpg"><img class="aligncenter" title="IMG-20120502-00281.jpg" src="http://blog.prasetyoandyw.net/wp-content/uploads/2012/05/IMG-20120502-00281.jpg" alt="" width="553" height="415" /></a></p>
<p style="text-align: left;"><strong>update: </strong>setelah dicoba, blackberry 10 dev alpha di sisi OS memang belum seperti versi OS yang didemokan kemarin di keynote session, namun sudah cukup untuk para developer yang ingin mencoba develop aplikasi dengan native, webworks, dan Android tools. Sebenarnya OS di blackberry dev alpha adalah modifikasi dari BlackBerry Tablet OS 2.0. Terdapat slot micro sim, namun sementara ini tidak dapat digunakan untuk telpon dan SMS, dan bentuk komunikasi lainnya. Sementara ini hanya aplikasi kamera dan browser.<a href="http://blog.prasetyoandyw.net/wp-content/uploads/2012/05/IMG-20120502-00289.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-1148" title="IMG-20120502-00289" src="http://blog.prasetyoandyw.net/wp-content/uploads/2012/05/IMG-20120502-00289-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.prasetyoandyw.net/mobile/blackberry/blackberry-10-dev-alpha/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>BlackBerry World and BlackBerry 10 Jam 2012 &#8211; Keynote and Super Session</title>
		<link>http://blog.prasetyoandyw.net/mobile/blackberry/blackberry-world-and-blackberry-10-jam-2012-keynote-and-super-session/</link>
		<comments>http://blog.prasetyoandyw.net/mobile/blackberry/blackberry-world-and-blackberry-10-jam-2012-keynote-and-super-session/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 01 May 2012 22:39:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>paw</dc:creator>
				<category><![CDATA[BlackBerry]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.prasetyoandyw.net/?p=1139</guid>
		<description><![CDATA[Pada hari ini BlackBerry World dan BlackBerry 10 Jam Conference dimulai! Kedua acara ini diadakan secara paralel di dua tempat yang berdekatan, yaitu Marriott Orlando Conferece Center untuk BlackBerry World dan Hilton Bonnet Creek untuk BlackBerry 10 Jam. Pada kesempatan kali ini saya diundang untuk mengikuti event BlackBerry 10 Jam, yang memang lebih ditujukan kepada <a href="http://blog.prasetyoandyw.net/mobile/blackberry/blackberry-world-and-blackberry-10-jam-2012-keynote-and-super-session/"> read more <span class="meta-nav">&#187;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://blog.prasetyoandyw.net/wp-content/uploads/2012/05/IMG-20120501-00252.jpg"><img class="size-medium wp-image-1140 alignleft" title="BlackBerry World" src="http://blog.prasetyoandyw.net/wp-content/uploads/2012/05/IMG-20120501-00252-300x224.jpg" alt="" width="300" height="224" /></a>Pada hari ini BlackBerry World dan BlackBerry 10 Jam Conference dimulai! Kedua acara ini diadakan secara paralel di dua tempat yang berdekatan, yaitu Marriott Orlando Conferece Center untuk BlackBerry World dan Hilton Bonnet Creek untuk BlackBerry 10 Jam.</p>
<p>Pada kesempatan kali ini saya diundang untuk mengikuti event BlackBerry 10 Jam, yang memang lebih ditujukan kepada developer, dimana BlackBerry World lebih ditujukan kepada bisnis dan enterprise audience. Kedua acara ini dibuka dengan keynote session oleh President/CEO RIM, Thorsten Heins. Pada keynote-nya, Thorsten mempresentasikan visi BlackBerry ke depannya, dan tentunya sedikit preview tentang BlackBerry 10, OS selanjutnya untuk BlackBerry smartphone.</p>
<p>Thorsten menekankan bahwa BlackBerry dirancang untuk para BlackBerry people, yang berdasarkan studi mereka, bersifat <em>hyper connected </em>dan produktif. Data dari suatu badan survei, 63% pengguna smartphone secara global terhubung dengan social network, dimana 87% dari pengguna BlackBerry terhubung dengan social network. Orang-orang menggunakan BlackBerry untuk kebutuhan sosial, seperti chatting dan social network, serta untuk membantu produktivitas bekerja. Produktif dan responsif adalah obyektif dari RIM terhadap BlackBerry. Thorsten pun menekankan bahwa BlackBerry ke depannya akan lebih bersifat <em>agile </em>dan <em>nimble</em>.</p>
<p>Setelah itu Thorsten juga memberikan <em>update</em> tentang BlackBerry 10. Tidak tanggung-tanggung, pada keynote session ini Thorsten mengenalkan BlackBerry Dev Alpha, prototype device BlackBerry 10 yang khusus dibagikan kepada para developer yang mengikuti BlackBerry 10 Jam Conference (tidak dijual, dan juga masih prototipe) untuk membantu para developer menyiapkan diri untuk mengembangkan aplikasi yang nantinya akan berjalan di BlackBerry 10. Selain itu, RIM mendemokan penggunaan BlackBerry 10, preview dari UI dan bagaimana flow dari aplikasi di BlackBerry 10 nantinya.</p>
<p><a href="http://blog.prasetyoandyw.net/wp-content/uploads/2012/05/IMG-20120501-00257.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-1141" title="BlackBerry 10" src="http://blog.prasetyoandyw.net/wp-content/uploads/2012/05/IMG-20120501-00257-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a>Dari demo yang diberikan, BlackBerry 10 terlihat sangat mulus berjalan, navigasi jelas dan simpel. Menurut saya di BlackBerry 10, RIM mencoba kembali kepada akarnya, yaitu produktivitas. Mereka <em>claim </em>bahwa pengguna BlackBerry 10 dapat menghemat waktu lebih untuk produktivitas kerja yang lebih tinggi. Hal ini dapat dicapai dengan navigasi dan cara penggunaan yang mudah.</p>
<p>Selain UI yang benar-benar baru, hal lain yang menurut saya menarik adalah keyboard dan kamera. Keyboard pada BlackBerry 10 akan menggunakan gesture dalam menentukan prediksi kata. Pada saat demo terlihat bahwa pengetikan menggunkaan dua tangan dan satu tangan dapat dilakukan dengan mudah dan cepat. Sedangkan pada kamera, saat kita mengambil foto, pengguna dapat mengedit foto on-the-fly, real time. Pada video demo (bukan demo langsung), diperlihatkan satu kondisi saat kita sedang mengambil foto dua teman kita, namun salah satunya ternyata matanya tertutup saat difoto, secara real time kita dapat retake bagian foto yang ingin kita ganti, real time, on the fly.</p>
<p>Beberapa preview dan demo ini semakin membuat saya tidak sabar untuk mencoba device dan BlackBerry 10 khususnya, besok hari saat pembagian device kepada developer <img src='http://blog.prasetyoandyw.net/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Setelah keynote session, dan juga makan siang, sesi pun dilanjutkan dengan BlackBerry 10 Jam Super Session oleh Alec Saunders, Vice President Developer Relations RIM. Di sesi ini Alec memaparkan beberapa inovasi dan program yang menggiurkan kepada para developer aplikasi BlackBerry. Seperti biasanya, Alec memulai presentasi dengan mythbusting, yang saya rasa dia sangat baik membawakannya. Alec menyatakan bahwa RIM tetap akan, dan semakin berkomitmen untuk membantu para developer di seluruh bagian dunia. Dalam hal ini, akan ada BlackBerry certified developer, yang merupakan pengakuan standar developer BlackBerry. Selain itu seperti yang dituliskan di atas, setiap developer yang mengikuti acara akan mendapatkan Dev Alpha.</p>
<p>Program lainnya yang menurut saya cukup menarik, adalah penggunaan standar kualitas aplikasi yang masuk ke App World. Untuk para developer yang mengembangkan aplikasinya untuk BlackBerry 10 dan sesuai standar kualitas RIM, akan mendapatkan garansi $10,000 revenue dalam tahun pertama. Ya, garansi revenue.</p>
<p>Selain itu, untuk para early adopter developer yang dapat menyelesaikan aplikasi untuk BlackBerry 10 dan memiliki Dev Alpha, lapor ke Alec, lalu tukarkan Dev Alpha dengan device (mungkin) final, dan reward lainnya. Tidak hanya itu, RIM juga akan menjalankan program BlackBerry Jam Rewards, dimana setiap developer nantinya akan mendapatkan poin dari apa yang sudah mereka lakukan (misalnya submit aplikasi ke App World), dimana poin ini nantinya dapat ditukarkan dengan beberapa reward seperti free pass ke DevCon, atau mungkin ke BlackBerry Jam Conference selanjutnya. Selain sistem reward, sertifikasi, dan garansi revenue, RIM juga akan melakukan BlackBerry Jam World Tour ke 29 kota di seluruh dunia, termasuk Jakarta. Jadi untuk para developer yang tidak sempat datang ke BlackBerry 10 Jam kali ini, jangan berkecil hati, karena tengah tahun ini, Alec akan menghampiri kita ke Jakarta.</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.prasetyoandyw.net/mobile/blackberry/blackberry-world-and-blackberry-10-jam-2012-keynote-and-super-session/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>BlackBerry 10 Jam Conference</title>
		<link>http://blog.prasetyoandyw.net/mobile/blackberry/blackberry-10-jam-conference/</link>
		<comments>http://blog.prasetyoandyw.net/mobile/blackberry/blackberry-10-jam-conference/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 01 May 2012 02:01:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>paw</dc:creator>
				<category><![CDATA[BlackBerry]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.prasetyoandyw.net/?p=1134</guid>
		<description><![CDATA[Saya sudah dua kali datang ke BlackBerry Developer Conference Asia, tahun 2011 awal di Bali, dan tahun 2011 akhir di Singapura. Saya juga sudah pernah datang ke beberapa event BlackBerry seperti BBM Hackathon, BlackBerry Dev Day di ITB, dan event lainnya. Namun kali ini saya mendapatkan kesempatan untuk menghadiri BlackBerry 10 Jam Conference, yang merupakan <a href="http://blog.prasetyoandyw.net/mobile/blackberry/blackberry-10-jam-conference/"> read more <span class="meta-nav">&#187;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://blog.prasetyoandyw.net/wp-content/uploads/2012/05/Screen-Shot-2012-04-30-at-9.56.52-PM.png"><img class="size-medium wp-image-1135 alignleft" title="Screen Shot 2012-04-30 at 9.56.52 PM" src="http://blog.prasetyoandyw.net/wp-content/uploads/2012/05/Screen-Shot-2012-04-30-at-9.56.52-PM-300x127.png" alt="" width="300" height="127" /></a></p>
<p>Saya sudah dua kali datang ke BlackBerry Developer Conference Asia, tahun 2011 awal di Bali, dan tahun 2011 akhir di Singapura. Saya juga sudah pernah datang ke beberapa event BlackBerry seperti BBM Hackathon, BlackBerry Dev Day di ITB, dan event lainnya. Namun kali ini saya mendapatkan kesempatan untuk menghadiri BlackBerry 10 Jam Conference, yang merupakan acara paralel BlackBerry World, di Orlando, Florida.</p>
<p>Pada acara ini akan diperkenalkan teknologi dan fitur-fitur pengembangan aplikasi pada BlackBerry 10, yang merupakan sistem operasi <em>brand new</em> dari RIM untuk platform BlackBerry smartphone-nya. Sebelumnya smartphone BlackBerry merupakan pengembangan dari Java Mobile, yang sekarang tidak jelas masa depannya. BlackBerry 10 sendiri merupakan sistem operasi yang merupakan pengembangan dari BlackBerry Tablet OS, yang juga merupakan pengembangan dari sistem QNX.</p>
<p>BlackBerry 10 sendiri memperbolehkan para developer untuk mengembangkan aplikasi menggunakan beberapa jenis lingkungan pengembangan, Native C++ dengan berbagai kerangka kerjanya, dan juga menggunakan HTML5, juga dengan menggunakan berbagai bentuk kerangka kerjanya. Itu saja, yang berarti BlackBerry 10 tidak (sementara ini) mendukung aplikasi yang dibangun menggunakan Java, yang dapat berjalan pada BlackBerry OS 7 ke bawah.</p>
<p>Acaranya sendiri akan diadakan di Hilton Bonnet Creek, yang berada di area Disney World, Orlando. Acara akan diadakan 3 hari, 1-3 Mei 2012, walaupun sebenarnya rangkaian acara sampingan sudah diadakan pada tanggal 29 April (Partner Leadership Forum), dan 30 April (Appy Tweetup dan Reception Party). Menurut saya sendiri ini adalah pengalaman baru yang sangat menarik dan saya rasa beberapa hari ke depan akan banyak hal baru yang bisa didapat, termasuk developer device BlackBerry Dev Alpha, prototipe device smartphone BlackBerry 10 nantinya.</p>
<p>Ikuti tulisan laporan hariannya di sini, atau update yang lebih <em>rapid</em> dapat dilihat di timeline <a href="http://twitter.com/praw">twitter</a> saya, atau ikuti hashtag #BB10JamID <img src='http://blog.prasetyoandyw.net/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.prasetyoandyw.net/mobile/blackberry/blackberry-10-jam-conference/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Cerita tentang BlackBerry Casual Meetup 2012</title>
		<link>http://blog.prasetyoandyw.net/mobile/blackberry/cerita-tentang-blackberry-casual-meetup-2012/</link>
		<comments>http://blog.prasetyoandyw.net/mobile/blackberry/cerita-tentang-blackberry-casual-meetup-2012/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 01 May 2012 01:26:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>paw</dc:creator>
				<category><![CDATA[BlackBerry]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.prasetyoandyw.net/?p=1132</guid>
		<description><![CDATA[Hi, sudah lama tidak menulis di sini, maklum akhir-akhir ini jadwal cukup padat sehingga saya pun lebih sering tweeting daripada menulis blog. Kali ini saya akan bercerita tentang apa yang komunitas saya, BBDevID, lakukan sejak bulan Maret ini. Semua berawal di bulan Januari, kami memiliki ide untuk mengadakan suatu meetup event di beberapa kota di <a href="http://blog.prasetyoandyw.net/mobile/blackberry/cerita-tentang-blackberry-casual-meetup-2012/"> read more <span class="meta-nav">&#187;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Hi, sudah lama tidak menulis di sini, maklum akhir-akhir ini jadwal cukup padat sehingga saya pun lebih sering tweeting daripada menulis blog. Kali ini saya akan bercerita tentang apa yang komunitas saya, BBDevID, lakukan sejak bulan Maret ini.</p>
<p style="text-align: justify;">Semua berawal di bulan Januari, kami memiliki ide untuk mengadakan suatu meetup event di beberapa kota di Indonesia. Inti meetup ini adalah untuk memperkenalkan BlackBerry development, khususnya PlayBook development kepada para developer lokal dan mahasiswa di kota-kota tersebut. Setelah melakukan beberapa koordinasi, akhirnya mulai bulan Maret diadakan BlackBerry Casual Meetup yang merupakan kolaborasi BBDevID, IDBerry dan komunitas developer lokal di kota-kota yang dikunjungi, antara lain Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Malang dan Bali. Acara ini pun disponsori penuh oleh RIM.</p>
<p style="text-align: justify;">Pada acara ini kami mengadakan sharing tidak hanya pengetahuan teknis pengembangan aplikasi BlackBerry, namun juga pengetahuan non teknis seperti sharing tentang mobile industry, sharing tentang bagaimana membuat suatu startup, monetisasi aplikasi dan <em>tuyul dihital</em>, juga personal branding. Acara ini tergolong unik karena menggabungkan hal yang berbau teknis dan juga non teknis yang sifatnya membantu para developer untuk dapat memasarkan aplikasi buatannya, dan mendapatkan penghasilan, walaupun tidak begitu besar, yang penting <em>recurring</em>. Dan sesi yang paling seru adalah, di setiap akhir acara kami mengadakan tantangan kecil, yaitu mengembangkan aplikasi BlackBerry PlayBook dalam 90 menit. Ya, 90 menit saja!</p>
<p style="text-align: justify;">Pada tantangan ini, peserta meetup diajak untuk membuat aplikasi atau porting aplikasi yang sudah ada, untuk dapat berjalan di PlayBook. Hasilnya? Memuaskan! Rata-rata 8-10 aplikasi diikutkan dalam tantangan ini. Peserta yang sudah menyelesaikan aplikasinya akan mempresentasikannya di depan para peserta lain dan juri, yang merupakan speaker dari event itu: Om Ded, Cak Uding, Leoni, Bryn, Ziyad, Ibnu, dan Saya. Dan di event ini kami juga mengumumkan suatu kompetisi besarnya, yaitu lomba pengembangan aplikasi di PlayBook menggunakan WebWorks dan Android. Hadiahnya pun beragam, dengan total hadiah Rp. 36 juta.</p>
<p style="text-align: justify;">Antusiasme pesertanya pun cukup tinggi, event-nya pun tergolong sukses! Hal ini menjadi semacam candu untuk memompa semangat untuk sharing hal menarik lainnya kepada teman-teman yang lain.</p>
<p style="text-align: justify;">
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.prasetyoandyw.net/mobile/blackberry/cerita-tentang-blackberry-casual-meetup-2012/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Why Dedicated E-Learning Tools is Impractical?</title>
		<link>http://blog.prasetyoandyw.net/education/why-dedicated-e-learning-tools-is-impractical/</link>
		<comments>http://blog.prasetyoandyw.net/education/why-dedicated-e-learning-tools-is-impractical/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 21 Feb 2012 02:46:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>paw</dc:creator>
				<category><![CDATA[Education]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.prasetyoandyw.net/?p=1125</guid>
		<description><![CDATA[Currently I am doing a research about distant education, collaborative learning, social network and other forms of distributed learning for my thesis. After some time, I found out that some dedicated e-learning tools are impractical! Some tools are still focusing on the system, how to get things done systematically. Well some of them have implemented <a href="http://blog.prasetyoandyw.net/education/why-dedicated-e-learning-tools-is-impractical/"> read more <span class="meta-nav">&#187;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Currently I am doing a research about distant education, collaborative learning, social network and other forms of distributed learning for my thesis. After some time, I found out that some dedicated e-learning tools are impractical!</p>
<p>Some tools are still focusing on the system, how to get things done systematically. Well some of them have implemented a good course management system so that the course is well-organized and well-structured. But then again, it&#8217;s still impractical to the user, I mean, end user. Students.</p>
<p>After I have learned some learning methods and theories, I came up with a conclusion that learning is one of communication form. I don&#8217;t think that people can learn something alone efficiently. People can still learn themselves, but in the end they should still discuss about what they&#8217;ve learned with their friends or others. The purpose is clear, they want to verify and validate what they&#8217;ve learned, and on the other hand they can find something interesting they want to explore more, deepen the learning process and resulting a better understanding.</p>
<p>Communication is one kind of human interaction, and human has this unique behavior that will affect communication he/she makes. And I haven&#8217;t seen any (self-acclaimed) dedicated e-learning tools that support the behavior and also the kind of interaction in it.</p>
<p>I did a research to find out what is the best e-learning tools, and the result is interesting. Based on some researches, twitter and other social network sites are on top of the list, while self-acclaimed tools sits on the lower place. This implies that social interaction among people, or students, is important in order to have a good learning process. It actually reflects the real world, that we usually find our discussion partner that suit us. Well, we can&#8217;t discuss all things to all people. We make some kind of categorization, which topic to be discussed to which person. And this also happens on the online world.</p>
<p>So I come up with a solution, put some more social interaction in e-learning tools. Or, utilize existing social networks to be your learning tool.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.prasetyoandyw.net/education/why-dedicated-e-learning-tools-is-impractical/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Jakarta Bebas Macet</title>
		<link>http://blog.prasetyoandyw.net/opini/jakarta-bebas-macet/</link>
		<comments>http://blog.prasetyoandyw.net/opini/jakarta-bebas-macet/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 16 Jan 2012 00:15:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>paw</dc:creator>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.prasetyoandyw.net/?p=1117</guid>
		<description><![CDATA[Tinggal dan besar di Jakarta membuat saya cukup tahu perkembangan kota ini. Sebagai pusat bisnis dan pemerintahan, membuat kota ini menarik banyak orang untuk datang dan mengadu nasib di sini. Roda ekonomi berputar semakin cepat, uang mengalir dengan deras, namun secara timpang perkembangan kota terjadi di sana sini. Gedung perkantoran, apartemen dan pusat perbelanjaan yang <a href="http://blog.prasetyoandyw.net/opini/jakarta-bebas-macet/"> read more <span class="meta-nav">&#187;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft" title="Jakarta" src="http://3.bp.blogspot.com/-1v7DtxTck-s/Tav1TbmtNbI/AAAAAAAAAs4/Cfir2hci1OU/s1600/kemacetan+jakarta.jpg" alt="" width="216" height="156" />Tinggal dan besar di Jakarta membuat saya cukup tahu perkembangan kota ini. Sebagai pusat bisnis dan pemerintahan, membuat kota ini menarik banyak orang untuk datang dan mengadu nasib di sini. Roda ekonomi berputar semakin cepat, uang mengalir dengan deras, namun secara timpang perkembangan kota terjadi di sana sini.</p>
<p>Gedung perkantoran, apartemen dan pusat perbelanjaan yang membludak dari tahun ke tahun membuat pusat kota Jakarta semakin sesak. Di sisi lain perumahan juga semakin banyak di pinggi kota, membuat akses keluar masuk kota juga menjadi semakin sesak. Hal ini dikarenakan tidak diimbangi oleh pengembangan infrastruktur, terutama adalah transportasi massal. Tidak dapat diandalkan dan tidak nyaman adalah beberapa alasan mengapa warga Jakarta tidak mau menggunakan transportasi massal. Di sisi lain, kondisi transportasi massal telah menggeser gaya hidup kalangan menengah (yang proporsinya lumayan besar di kota Jakarta) untuk lebih memiliki kendaraan sendiri. Terutama setelah cicilan motor menjadi sangat mudah dan ringan, pekerja, mahasiswa dan pelajar di Jakarta lebih memilih membeli motor ketimbang menggunakan transportasi massal untuk mendukung kegiatan sehari-harinya.</p>
<p>Bagi para warga Jakarta dan sekitarnya, lalu lintas Jakarta adalah momok bagi semua orang. Dan dari kondisi yang buruk ini, pemerintah sudah memiliki beberapa rencana untuk mengembangkan tranportasi massal. Namun menurut saya rencana ini banyak yang kandas di tengah jalan, atau belum optimal berjalan. Proyek triple decker, subway, waterway dan monorail adalah beberapa proyek infrastruktur tranportasi yang gagal. Belum lagi proyek MRT yang sudah lama direncanakan tapi masih belum ada progress yang positif. Dari semua rencana, baru bus rapid transit yang sudah berjalan, atau kita menyebutnya dengan busway, atau transjakarta. Namun transjakarta sendiri belum optimal karena jumlah armada yang lebih sedikit dibandingkan dengan jumlah penumpang, lalu para pengendara yang menerobos jalur busway membuat busway tidak 100% bebas macet, efeknya adalah tidak ada pengaturan jadwal keberangkatan dan kedatangan bus dengan baik. Ada kalanya bus tidak datang selama 10 menit lebih saat jam pulang kantor, tapi di sisi lain satu halte dapat kedatangan 4 bus sekaligus, membuat kegiatan operasional yang kurang efektif.</p>
<p>Lalu saya terpikir, mengapa berpikir untuk membuat suatu moda baru namun mahalnya minta ampun, ketimbang memperbaiki dulu yang sudah ada: BIS KOTA dan mikrolet.</p>
<p>Menurut saya dari sisi trayek dan jumlah armada, bis kota memiliki armada yang cukup banyak dalam satu trayek, terutama bis tanggung seperti metro mini dan kopaja. Selain itu mikrolet juga menjamur menyusuri jalan perumahan dan jalanan penyambung, yang dapat menjadikannya pengumpan dari bis kota yang lebih besar. Dari sisi trayek juga bis kota dan mikrolet sudah cukup mencakup daerah jakarta yang cukup luas.</p>
<p>Menurut saya ada beberapa hal mendasar yang patut diperbaiki untuk dapat meningkatkan kualitas layanan bis kota, antara lain peremajaan armada, penggantian sistem setoran ke sistem gaji, peningkatan sumber daya manusia dan penyeragaman dan penerapan standar kualitas. Di sisi lain dibutuhkan pembangunan infrastruktur pendukung antara lain halte, dan sistem pembayaran.</p>
<p>Usaha-usaha yang saya usulkan di atas memang tidak mudah untuk dilaksanakan, terlebih karena banyaknya pihak yang memiliki kepentingan masing-masing. Justru di sinilah regulator harus menertibkan operator dengan tegas dan disiplin. Penerapan standar seperti armada, sistem gaji dan sumber daya manusia yang harus dipenuhi operator, perbaikan dan integrasi sistem pembayaran (dapat mempertahankan tarif flat atau tarif sesuai jarak) sehingga dapat mempermudah cara pembayaran menggunakan RFID/pay wave card.</p>
<p>Kedisiplinan menjadi kunci dari perubahan. Jika peraturan dan standar diikuti dengan disiplin, maka kualitas layanan bis kota menjadi lebih baik, sehingga bis kota dapat menawarkan transportasi yang aman dan nyaman, serta dapat diandalkan. Saya percaya bahwa para pengendara motor dan mobil akan berpindah ke bis kota jika bis kota dapat menawarkan ketiga hal di atas: aman, nyaman, dan dapat diandalkan.</p>
<p>Sekali lagi, usaha ini memang tidak mudah, tapi bukan berarti tidak mungkin. Siapa sih yang tidak ingin kota Jakarta bisa bebas macet?</p>
<div></div>
<div></div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.prasetyoandyw.net/opini/jakarta-bebas-macet/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>RSS Reader Favorit Berdasarkan Platform</title>
		<link>http://blog.prasetyoandyw.net/tech/rss-reader-favorit-berdasarkan-platform/</link>
		<comments>http://blog.prasetyoandyw.net/tech/rss-reader-favorit-berdasarkan-platform/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 12 Jan 2012 01:02:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>paw</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tech]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.prasetyoandyw.net/?p=1108</guid>
		<description><![CDATA[Berlangganan RSS adalah salah satu cara saya untuk tetap mengetahui berita dan informasi terbaru dari berbagai macam situs dan blog yang ada. Pada awalnya RSS Reader hanya sebatas daftar artikel atau blog post yang terurut berdasarkan waktu publikasinya. Cara berlangganannya pun kebanyakan manual, kita cari terlebih dahulu atom.xml atau url rss nya, lalu kita masukkan <a href="http://blog.prasetyoandyw.net/tech/rss-reader-favorit-berdasarkan-platform/"> read more <span class="meta-nav">&#187;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Berlangganan RSS adalah salah satu cara saya untuk tetap mengetahui berita dan informasi terbaru dari berbagai macam situs dan blog yang ada. Pada awalnya RSS Reader hanya sebatas daftar artikel atau blog post yang terurut berdasarkan waktu publikasinya. Cara berlangganannya pun kebanyakan manual, kita cari terlebih dahulu atom.xml atau url rss nya, lalu kita masukkan ke dalam aplikasi RSS reader kita. Namun sekarang dengan sumber informasi yang sama, berita tadi ditampilkan dengan lebih apik dan menarik, sehingga memiliki user experience yang berbeda pula dibandingkan membaca rentetan daftar artikel saja.</p>
<p>Platofrm atau sistem operasi yang ada sekarang pun ada bermacam-macam, mulai dari sistem operasi komputer pribadi, hingga smartphone. Oleh karena itu saya memiliki beberapa aplikasi RSS reader favorit berdasarkan platform yang saya gunakan, yaitu:</p>
<p><strong>Windows &#8211; Google Reader</strong></p>
<p><a href="http://blog.prasetyoandyw.net/wp-content/uploads/2012/01/Screen-Shot-2012-01-11-at-10.47.19-PM.png"><img class="aligncenter size-medium wp-image-1114" title="Google Reader" src="http://blog.prasetyoandyw.net/wp-content/uploads/2012/01/Screen-Shot-2012-01-11-at-10.47.19-PM-300x143.png" alt="" width="300" height="143" /></a></p>
<p>Sejauh ini saya belum menemukan aplikasi RSS reader yang nyaman dan mudah digunakan untuk Windows. Jadi jika saya menggunakan windows, saya lebih memilih membaca melalui Google Reader langsung melalui web browser, dibandingkan dengan menggunakan aplikasi lain. Sebenarnya bisa kita menggunakan Reeder extension for Google Chrome, jadi membuat halaman google reader menjadi mirip dengan UI Reeder. Namun masih banyak kekurangan yang membuat saya kurang nyaman dalam membaca, saya lebih suka UI Google Reader asli (setelah redesain besar-besaran, sebelum redesain, saya tidak suka UI Google Reader), daripada Reeder extension for Chrome, yang sebenarnya adalah aplikasi non ofisial dari Reeder, tidak ada hubungannya antara Reeder app di Mac dengan Reeder extension untuk Chrome.</p>
<p>Google Reader dapat diakses melaui url reader.google.com</p>
<p><strong>Mac OS X &#8211; Mixtab</strong></p>
<p><a href="http://blog.prasetyoandyw.net/wp-content/uploads/2012/01/Screen-Shot-2012-01-11-at-8.41.24-AM.png"><img class="aligncenter size-medium wp-image-1109" title="Mixtab" src="http://blog.prasetyoandyw.net/wp-content/uploads/2012/01/Screen-Shot-2012-01-11-at-8.41.24-AM-300x172.png" alt="" width="300" height="172" /></a></p>
<p>Berbeda dengan RSS reader konvensional, Mixtab menawarkan user experience yang berbeda. Artikel diletakkan dalam suatu grid 4&#215;2 yang melebar dan memiliki thumbnail sesuai gambar yang ada pada artikel tersebut. Selain itu Mixtab menyediakan kategori bacaan yang sudah disiapkan sumber-sumbernya, jadi merupakan kompilasi dari beberapa sumber website (contohnya untuk tech news, Mixtab mengambil dari TechCrunch, AllThingsD, BGR, TNW, VentureBeat, dan beberapa techblog lainnya). Hal ini akan memudahkan pengguna dalam berlangganan karena tidak perlu repot memasukkan satu persatu url rss. Selain itu setiap pengguna dapat membuat kompilasi bacaannya masing-masing, dan dapat di-share kepada pengguna lain. Misalkan saya membuat kategori AutoNews, yang merupakan kompilasi dari Jalopnik, TopGear, Autocar, dan HIN, lalu saya bisa share kepada pengguna lain, sehingga pengguna lain dapat memilih kompilasi bacaan yang saya buat. Untuk fitur share, tersedia fitur share ke twitter dan email.</p>
<p>Mixtab gratis, dan dapat diunduh dari Mac App Store, dan situs mereka adalah mixtab.com</p>
<p><strong>Mac OS X &#8211; Reeder</strong></p>
<div><a href="http://blog.prasetyoandyw.net/wp-content/uploads/2012/01/Screen-Shot-2012-01-11-at-8.17.32-PM.png"><img class="aligncenter size-medium wp-image-1110" title="Reeder" src="http://blog.prasetyoandyw.net/wp-content/uploads/2012/01/Screen-Shot-2012-01-11-at-8.17.32-PM-300x172.png" alt="" width="300" height="172" /></a></div>
<p>Reeder pada dasarnya adalah RSS reader dengan pendekatan yang konvensional: menampilkan daftar RSS langganan kita berdasarkan kategori yang dapat kita tentukan sendiri. Namun yang membedakan dari Reeder adalah navigasi yang mudah dan integrasi dengan Google Reader. Reeder dapat synchronize secara seamless dengan Google Reader. Jika kita berlangganan RSS melalui Google Reader, maka nanti saat kita menjalankan Reeder, Reeder akan update daftar bacaan dan synchronize dengan Google Reader, dan begitu pula sebaliknya. Artikel yang sudah dibaca di Google Reader, akan berstatus sudah terbaca pula jika diakses dari Reeder. Untuk fitur share, terdapat banyak pilihan, dan dapat diintegrasikan dengan ReadItLater.</p>
<p>Reeder dapat diunduh melalui Mac App Store dengan harga $ 9.99</p>
<p><strong>Android &#8211; Pulse</strong></p>
<p><a href="http://blog.prasetyoandyw.net/wp-content/uploads/2012/01/unnamed.jpg"><img class="size-medium wp-image-1112 aligncenter" title="pulse home" src="http://blog.prasetyoandyw.net/wp-content/uploads/2012/01/unnamed-179x300.jpg" alt="" width="179" height="300" /></a></p>
<p>Lain ladang lain belalang, mungkin adalah pepatah yang tepat. Pendekatan aplikasi di komputer pribadi dengan smartphone pasti berbeda karena jenis interaksi yang beda, dan perbedaan fisik dan penggunaan lainnya. Untuk Android, saya memilih pulse, karena kita dapat mengorganisir feed yang mau kita masukkan ke dalam aplikasi, lalu bisa membuat beberapa kategori yang akan ditampilkan dalam bentuk tab. Setelah itu navigasinya cukup mudah. Dari satu artikel ke artikel lain tinggal swipe ke samping. Bentuk halaman utamanya seperti yang dapat kita lihat pada gambar di atas, terdapat thumbnail dan tiap baris mewakili tiap situs yang kita subscribe. Terdapat beberapa predefined feeds sesuai dengan kategori, dan terakhir integrasi dengan fitur sharenya juga mudah, terutama share ke twitter. Selain itu kita dapat membuat channel yang berasal dari account social network kita.</p>
<p>Pulse dapat diunduh dari Android Market secara gratis.</p>
<p><strong>iOS (iPhone dan iPad) &#8211; Flipboard</strong></p>
<p><a href="http://blog.prasetyoandyw.net/wp-content/uploads/2012/01/mzl.knfnxaue.320x480-75.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-1113" title="Flipboard" src="http://blog.prasetyoandyw.net/wp-content/uploads/2012/01/mzl.knfnxaue.320x480-75-200x300.jpg" alt="" width="200" height="300" /></a></p>
<p>Tidak ada yang lebih istimewa daripada Flipboard. User experience yang ditawarkan sangat menarik, di samping usability yang baik. Hanya butuh sedikit waktu untuk mengerti menggunakan aplikasi ini. Terdapat predefined feeds yang dapat kita pilih, dan selain itu kita dapat memasukkan beberapa account social network kita seperti twitter. Fitur share ke social network juga mudah. Pada dasarnya Flipboard memiliki user experience yang baik, sehingga pengguna (termasuk saya) betah dalam menggunakan aplikasi ini. Menurut saya pendekatan user experience yang serupa diterapkan pada Mixtab. Beberapa orang menyebut Mixtab sebagai Flipboard for Mac, karena memang dua aplikasi ini pada dasarnya mirip.</p>
<p>Flipboard dapat diunduh melalui AppStore secara gratis.</p>
<p>Untuk BlackBerry, saya tidak menggunakan BlackBerry untuk membaca RSS feed, biasanya hanya menggunakan twitter untuk menjadi &#8220;sumber berita&#8221; saya, lalu dibuka di browser.</p>
<p>Bagaimana dengan Anda, apakah Anda juga menggunakan aplikasi-aplikasi yang saya sebutkan di atas?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.prasetyoandyw.net/tech/rss-reader-favorit-berdasarkan-platform/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tetap Up-to-date Dengan TVShows</title>
		<link>http://blog.prasetyoandyw.net/mac/tetap-up-to-date-dengan-tvshows/</link>
		<comments>http://blog.prasetyoandyw.net/mac/tetap-up-to-date-dengan-tvshows/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 11 Jan 2012 12:45:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>paw</dc:creator>
				<category><![CDATA[Mac]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.prasetyoandyw.net/?p=1101</guid>
		<description><![CDATA[Serial TV Amerika sudah menjadi salah satu hiburan kita semua. Setiap minggu kita menunggu setiap episode baru dari serial TV yang kita ikuti, sebut saja How I Met Your Mother, The Big Bang Theory, Glee, Modern Familiy, Game of Thrones atau Walking Dead. Serial-serial ini tentunya memiliki genre dan ciri khasnya masing-masing. Atau selain serial <a href="http://blog.prasetyoandyw.net/mac/tetap-up-to-date-dengan-tvshows/"> read more <span class="meta-nav">&#187;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Serial TV Amerika sudah menjadi salah satu hiburan kita semua. Setiap minggu kita menunggu setiap episode baru dari serial TV yang kita ikuti, sebut saja How I Met Your Mother, The Big Bang Theory, Glee, Modern Familiy, Game of Thrones atau Walking Dead. Serial-serial ini tentunya memiliki genre dan ciri khasnya masing-masing. Atau selain serial TV Amerika, ada juga beberapa serial TV dari Inggris yang digandrungi antara lain Sherlock, IT Crowds, Doctor Who atau Top Gear.</p>
<p>Tentunya semakin banyak serial yang kita ikuti, semakin sulit untuk mengetahui kapan saja serial itu tayang dan siap untuk diunduh, apalagi kalau masuk masa hiatus atau ada acara lain yang membuat serial kesayangan kita tidak tayang pada waktu yang seharusnya. Oleh karena itu untuk mengatasi masalah ini dan membuat kita tetap up-to-date dengan update serial TV yang kita ikuti, kita bisa menggunakan beberapa cara, antara lain mengikuti forum, atau mencari sendiri jadwal tayang. Namun sifatnya kita harus aktif mencari. Lalu bagaimana dengan yang sifatnya pasif, jadi kalau ada serial yang kita suka sudah tayang dan siap diunduh, akan muncul notifikasi di komputer kita, tinggal klik tombol download, lalu episode tersebut akan langsung terunduh ke komputer kita tanpa harus mencari ke forum atau torrent.</p>
<p>Untuk cara pasif ini, kita bisa menggunakan suatu aplikasi bernama TVShows. Aplikasi ini akan menjadi reminder dari serial yang kita masukkan ke dalam kategori subscription. Misalkan jika kita lihat pada gambar di bawah ini, saya berlangganan beberapa serial TV. Aplikasi ini akan mengecek dalam jangka waktu tertentu apakah ada update episode, dan jika ada, maka aplikasi ini akan menampilkan notifikasi dan pilihan untuk mengunduh episode dari torrent.</p>
<p><a href="http://blog.prasetyoandyw.net/wp-content/uploads/2012/01/Screen-Shot-2012-01-11-at-8.40.00-AM.png"><img class="aligncenter size-medium wp-image-1102" title="TVShows" src="http://blog.prasetyoandyw.net/wp-content/uploads/2012/01/Screen-Shot-2012-01-11-at-8.40.00-AM-300x268.png" alt="" width="300" height="268" /></a></p>
<p>Misalkan saya memilih serial Sherlock, lalu kita bisa melihat daftar episode yang sudah tayang dan jadwal tayang selanjutnya. Aplikasi ini cukup simpel dan terutama gratis, namun cukup berguna untuk menjadi reminder kita agar tidak ketinggalan episode demi episode serial TV kesayangan kita.</p>
<p><a href="http://blog.prasetyoandyw.net/wp-content/uploads/2012/01/Screen-Shot-2012-01-11-at-8.40.16-AM.png"><img class="aligncenter size-medium wp-image-1103" title="Sherlock" src="http://blog.prasetyoandyw.net/wp-content/uploads/2012/01/Screen-Shot-2012-01-11-at-8.40.16-AM-300x271.png" alt="" width="300" height="271" /></a></p>
<p>Aplikasi gratis ini bisa langsung kita unduh dari situsnya <a href="http://tvshowsapp.com/">tvshowsapp.com</a>, aplikasi ini sayangnya hanya tersedia untuk Mac OS X, dan aplikasi ini akan tampil di dalam system preferences kita.</p>
<p><a href="http://blog.prasetyoandyw.net/wp-content/uploads/2012/01/Screen-Shot-2012-01-11-at-7.42.29-PM.png"><img class="aligncenter size-medium wp-image-1104" title="System Preferences" src="http://blog.prasetyoandyw.net/wp-content/uploads/2012/01/Screen-Shot-2012-01-11-at-7.42.29-PM-300x179.png" alt="" width="300" height="179" /></a></p>
<p>Sekarang kita tidak perlu lagi mengingat-ingat kapan serial kesayangan kita tayang, tinggal aktifkan aplikasi ini, dan biarkan komputer bekerja untuk kita.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.prasetyoandyw.net/mac/tetap-up-to-date-dengan-tvshows/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Menampilkan Dua Waktu Dengan Zona yang Berbeda di BlackBerry</title>
		<link>http://blog.prasetyoandyw.net/mobile/blackberry/menampilkan-dua-waktu-dengan-zona-yang-berbeda-di-blackberry/</link>
		<comments>http://blog.prasetyoandyw.net/mobile/blackberry/menampilkan-dua-waktu-dengan-zona-yang-berbeda-di-blackberry/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 01 Dec 2011 10:05:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>paw</dc:creator>
				<category><![CDATA[BlackBerry]]></category>
		<category><![CDATA[Tips]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.prasetyoandyw.net/?p=1091</guid>
		<description><![CDATA[Setelah tips sebelumnya tentang bagaimana menambahkan icon launcher browser, kali ini saya ingin membahas tentang bagaimana cara menampilkan dua waktu dengan zona yang berbeda di BlackBerry kita. Bagi orang yang sering bepergian atau sering melakukan kontak dengan orang lain di belahan dunia yang berbeda, tentu perlu tahu di tempat tersebut sedang jam berapa tanpa harus <a href="http://blog.prasetyoandyw.net/mobile/blackberry/menampilkan-dua-waktu-dengan-zona-yang-berbeda-di-blackberry/"> read more <span class="meta-nav">&#187;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Setelah tips sebelumnya tentang bagaimana menambahkan icon launcher browser, kali ini saya ingin membahas tentang bagaimana cara menampilkan dua waktu dengan zona yang berbeda di BlackBerry kita. Bagi orang yang sering bepergian atau sering melakukan kontak dengan orang lain di belahan dunia yang berbeda, tentu perlu tahu di tempat tersebut sedang jam berapa tanpa harus pusing menghitung sendiri.</p>
<p>Di AppWorld sendiri ada beberapa aplikasi untuk memungkinkan fungsi ini, namun, sebenarnya tanpa menggunakan aplikasi tambahan apapun, kita bisa menampilkan dua waktu dengan zona yang berbeda. Caranya mudah, kita buka aplikasi Clock.</p>
<p><a href="http://blog.prasetyoandyw.net/wp-content/uploads/2011/12/jep0024.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-1092" title="1" src="http://blog.prasetyoandyw.net/wp-content/uploads/2011/12/jep0024-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p>Seperti yang bisa kita lihat, waktu saat ini ditampilkan di layar. Tekan menu &gt; options. Lalu pilih Home Time Zone</p>
<p><a href="http://blog.prasetyoandyw.net/wp-content/uploads/2011/12/jep0022.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-1093" title="2" src="http://blog.prasetyoandyw.net/wp-content/uploads/2011/12/jep0022-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a>Dan setelah itu di-save dan voila.. Tampilan clock kita pun berubah.</p>
<p><a href="http://blog.prasetyoandyw.net/wp-content/uploads/2011/12/jep00251.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-1095" title="3" src="http://blog.prasetyoandyw.net/wp-content/uploads/2011/12/jep00251-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a>Mudah bukan? <img src='http://blog.prasetyoandyw.net/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.prasetyoandyw.net/mobile/blackberry/menampilkan-dua-waktu-dengan-zona-yang-berbeda-di-blackberry/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sarapan di Tablelicious</title>
		<link>http://blog.prasetyoandyw.net/others/sarapan-di-tablelicious/</link>
		<comments>http://blog.prasetyoandyw.net/others/sarapan-di-tablelicious/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 26 Nov 2011 16:32:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>paw</dc:creator>
				<category><![CDATA[Others]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.prasetyoandyw.net/?p=1085</guid>
		<description><![CDATA[Setelah melihat beberapa baliho tablelicious, saya pun datang untuk mencoba tempat yang sepertinya baru buka ini. Sesampainya di tempat, ternyata ini tempat makan yang terhubung dengan hotel di sebelahnya, Vio Hotel. Dari hasil observasi ternyata tablelicious ini merangkap sebagai tempat makan/restoran hotel. Jadi yang datang ke tempat ini pun bercampur antara orang luar dan tamu <a href="http://blog.prasetyoandyw.net/others/sarapan-di-tablelicious/"> read more <span class="meta-nav">&#187;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Setelah melihat beberapa baliho tablelicious, saya pun datang untuk mencoba tempat yang sepertinya baru buka ini. Sesampainya di tempat, ternyata ini tempat makan yang terhubung dengan hotel di sebelahnya, Vio Hotel. Dari hasil observasi ternyata tablelicious ini merangkap sebagai tempat makan/restoran hotel. Jadi yang datang ke tempat ini pun bercampur antara orang luar dan tamu hotel.</p>
<p>Sekilas, kesan pertama dari suasana tempat makan ini mirip dengan nanny&#8217;s pavillon yang ada di Jl. Riau. Dinding dengan aksen batu bata berwarna putih, tiang atap dan furnitur yang dipakai sekilas memiliki gaya yang mirip dengan nanny&#8217;s, pikir saya, berarti makanan yang ditawarkan sepertinya sama: pancake/waffle dan italian.</p>
<p>Saya membuka menu, dan ternyata benar. Terdapat menu crepes, pasta, pizza, pancake dan waffle. Tak lupa dilengkapi dengan beberapa menu sarapan (contohnya egg benedict, yang ternyata tidak tersedia saat tadi saya mau pesan). Selain itu karena masih pagi, jadi menu yang tersedia pun menu sarapan, yang sebenarnya bukan suatu masalah yang berarti.</p>
<p>Akhirnya dipesan satu lazy breakfast dan satu vanilla pancake triolicious, dan untuk minumnya ice chocolate almond. Waktu pembuatan sedikit lebih lama dibandingkan dengan perkiraan, namun tidak terlalu mengganggu karena tempatnya nyaman (walaupun kursi yang saya tempati agak panas karena memang cuaca yang sedang terik).</p>
<p><a href="http://blog.prasetyoandyw.net/wp-content/uploads/2011/11/2011-11-25-09.24.45.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-1087" title="2011-11-25 09.24.45" src="http://blog.prasetyoandyw.net/wp-content/uploads/2011/11/2011-11-25-09.24.45-e1322321839725-225x300.jpg" alt="" width="225" height="300" /></a>Rasa makanan menurut saya cukup enak, namun tidak spesial atau stand out. Waffle yang dipesan pun cukup enak, walaupun es krimnya kurang menggigit. Overall pelayanan dan rasa makanan menurut saya cukup, namun belum masuk ke kategori spesial.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.prasetyoandyw.net/others/sarapan-di-tablelicious/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

